Selamat Datang di TOKO BUKU ONLINE HANAN. Sebuah toko buku online dan offline yang menyediakan buku-buku / novel best seller, buku-buku dakwah yang berkualitas dengan harga spesial. Silahkan lihat seluruh koleksi buku kami di GALERI BUKU.
Mengutamakan Kemudahan dan Kekeluargaan. Silahkan kenali kami, karena kepercayaan anda adalah prestasi kami.
Order, pilih satu cara berikut ini
LINE : @bukuhanan (diawali tanda '@')
WA only : 081-556-467-598.
100% original books dan jaminan uang kembali, jika paket buku yang kami kirim tidak sampai ke alamat tujuan ataupun rusak/cacat.
Silahkan dibaca : Syarat dan Ketentuan.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (seperti pembajakan akun facebook dan twitter), pastikan bahwa rekening yang kami gunakan saat ini untuk pembayaran buku, hanya BNI dan Mandiri atas nama :
Fifin Nugroho. Selain rekening tersebut, mohon konfirmasi sms/WA dahulu ke nomor kontak :
081-556-467-598
News Flash DENGAN FOLLOW LINE : @bukuhanan || PEMESANAN LEBIH MUDAH DENGAN RESPON LEBIH CEPAT
Ayah dan bunda, mungkin saat ini kita sering dibikin kesal sama anak-anak yang mungkin nakal atau bandel. Kita juga mungkin sering dibuat kecewa dengan tingkah laku anak-anak yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Padahal, bisa jadi masalahnya itu bukan dari anak-anak kita, melainkan itu terletak pada diri kita sebagai orang tua. Lah, kok bisa?
Kita ingat sebuah pepatah yang sangat terkenal bahwa, "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Artinya karakter dan perilaku anak itu sedikit banyak karena pengaruh orang tuanya. Mari itu menjadi bahan introspeksi bagi diri kita, mari kita terus lakukan upaya-upaya perbaikan diri. Bahwa sejatinya anak sholeh itu lahir dari orang tua sholeh. Jika orang tuanya sholeh, maka anak-anaknya akan ikutan sholeh. Itulah dasar dalam
Bayangkan jika ini adalah Ramadhan terakhir kita. Bayangkan bawah ini adalah peluang terakhir bagi kita untuk menghapus dosa-dosa kita. Dan bayangkan ini adalah kesempatan untuk memanen banyak pahala sebelum menghadap Sang Pencipta. Apa yang sudah kita siapkan untuk menyambut nya?
Isi buku ini berasal dari materi kumpulan ceramah dari Ust. Abdul Somad (atau yang akrab dipanggil dengan UAS), yang tentunya beliau sendiri sudah ridho untuk diterbitkan. Naskah dari buku ini juga sudah ditelaah oleh
Buku ini memiliki cover yang unik dan lucu banget, ada gambar sebuah amplop dengan lambang cinta dengan background gelap. Cukup
eye catching kalau menurutku sih. Nah, buku keren ini merupakan buku terbaru dari penulis best seller Arif Rahman Lubis, penggagas akun sosial media yang fenomenal banget beberapa tahun terakhir ini yaitu @TeladanRasul.
Di dalam buku ini kamu bakal dapat pencerahan yang
jleb banget terkait cinta, perpisahan, kesedihan, harapan, penantian, jodoh dan masih banyak yang lainnya. Penjelasannya terkesan tanpa menggurui, namun langsung masuk ke
Kek Jamil Azzaini, begitu beliau akrab disapa. Seorang motivator ulung yang sering juga tampil di televisi nasional (semisal saja acara I'm possible Merry Riana) dengan slogan beliau yang cukup terkenal yaitu sukses mulia. Kenapa dua kata ini harus digabungkan? ya karena sukses saja tanpa kemuliaan itu hina dan sombong, sedangkan mulia tanpa kesuksesan itu rapuh. Maka disini kek Jamil Azzaini ingin mengajak kita menjadi orang yang sukses dan mulia. Nah pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya?
Setiap orang ingin hidup bahagia. Namun banyak orang tidak mengerti bagaimana mendapatkan kebahagiaan sejati. Padahal jika kita menggali lebih dalam tentang tema kebahagiaan, sebenarnya hal itu ada di dalam diri kita sendiri. Kita harus mengenali diri kita sendiri lebih dalam lagi.
"Silahkan mencari kebahagiaan, niscaya akan anda temukan dalam diri sendiri"
-- Aidh Al-Qarni
Bagaimana agar pernikahan bisa selalu bahagia? jawabannya mungkin akan sederhana yaitu
saat cinta senantiasa hadir. Nah pertanyaan berikutnya yang mungkin dirasa lebih rumit, bagaimana cara agar cinta senantiasa hadir dalam kehidupan berumah tangga? Bagaimana cara kita
terus menyemai cinta?
Di luar sana, ditemukan fakta dimana banyak pernikahan berakhir dengan kegagalan di tengah jalan dengan alasan bahwa mereka sudah tidak cinta lagi. Ingat! Jatuh cinta itu mudah kawan, namun merawat cinta itulah yang
Pernahkah kita merenung bahwa ketika kita mendekat kepada Allah Yang Maha Kaya, maka sejatinya kita pun akan dijamin atas rezeki dari-Nya. Di tangan Allahlah semua rezeki berada. Rezeki kita akan dijamin saat kita mendekat kepada sang pemilik rezeki tersebut. Dan bersedekah adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Apa jadinya jika dakwah hilang dari dunia ini, tentu yang tersisa adalah kebodohan, kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, jalan dakwah adalah sebuah keniscayaan di dalam kehidupan. Dengan dakwah, maka kebaikan tersebar. Dengan dakwah, maka keindahan terpancar. Inilah jalan para Nabi, bahkan jalan pertama yang dipraktekkan oleh manusia pertama di bumi ini.
Jalan dakwah menjadi sebuah keharusan bagi setiap muslim sebagai bukti iman kepada Allah. Ini menjadi salah satu
komitmen muslim sejati.
Di dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 10 disebutkan bahwa "
orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada
Ada sebuah kiasan yang sangat menarik yang disampaikan oleh ustadz Solikhin Abu Izzudin sebagai penulis di dalam buku ini. Beliau mengatakan bahwa,
"Jika sebuah telur pecah karena faktor eksternal, maka kehidupan di dalamnya berakhir. Tetapi jika telur pecah karena faktor internal (menetas), maka kehidupan baru saja dimulai".
Menurut saya, kiasan ini memiliki arti yang sangat mendalam, apalagi jika kita kaitkan dengan proses pendidikan anak di dalam Islam. Sebagai orang tua, tentu kita ingin agar anak-anak kita memiliki tumbuh kembang yang baik, mereka bisa menjadi anak yang memiliki mental yang kuat dalam menghadapi segala permasalahan yang akan mereka hadapi di dalam hidup ini. Kita tentu menyadari sepenuhnya bahwa anak yang memiliki mental yang sehat, tentu akan mampu menghadapi masalah-masalah yang dihadapinya sendiri. Maka sebagai pendidik, mari terus gali kreativitas dengan spiritualitas yang kuat ketika mendampingi
Buku 20 Kebiasaan Istri Bikin Suami Sukses ini memiliki design sampul yang sangat menarik dan tidak mainstream. Gambar seorang pria kantoran menggunakan baju lengan panjang berkerah (resmi) menatap lembut kepada istrinya yang terlihat setulus hati membetulkan dasi sang suami tercinta. Bagi yang melihat cover buku ini, yang pertama kali terbayang pastinya tentang keharmonisan hubungan suami istri.
Tema yang diangkat di dalam buku ini adalah tema hubungan keluarga, antara suami dan istri. Ummu Rania, sang penulis buku ini mencoba mengangkat tema tentang bagaimana kebiasaan-kebiasaan seorang istri yang seringkali dianggap remeh temeh, namun ternyata memiliki peran yang sangat signifikan dan menjadi kunci penentu bagi kesuksesan sang suami. Tidak percaya?
Kita ambil contoh kecil saja terkait
kebiasaan seorang istri bangun pagi. Bila seorang istri terbiasa bangun pagi, maka kebiasaan ini akan sangat berdampak kepada kesuksesan suami di pekerjaannya. Fakta tak terbantahkannya adalah ketika istri bangun pagi, maka
Buku ini adalah tentang sebuah rasa yang begitu dalam,
tentang kerinduan, tentang kebencian, dan tentang keinginan untuk melupakan. Ketika kita membacanya, maka bersiaplah untuk menangis untuk kamu yang mudah tersentuh. Mengisahkan tentang 5 tokoh utama yang memiliki ceritanya masing-masing. Berada dalam sebuah kapal yang hendak menuju ke sebuah tempat suci. Mereka bertemu setiap hari, namun ada kegalauan hati yang mendalam yang tak terungkapkan oleh mereka masing-masing.
Bulan Ramadhan selalu membawa cerita tersendiri. Saking istimewanya bulan ini, umat Islam yang diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa malah menanti-nanti bulan yang mulia ini. Bagi umat yang lain, mereka mungkin menganggap bahwa bulan Ramadhan menjadi bulan yang berat dan penuh dengan ujian. Namun, bagi kita umat muslim di seluruh dunia, menyambut gembira akan datangnya bulan yang di dalamnya terdapat rahmat dan ampunan dari Allah
Azza wa Jalla.
Saat bulan Ramadhan tiba, semua orang menyambut dengan penuh suka cita. Di kampung-kampung bahkan biasanya diadakan
Sejatinya kita ini hina, dan kita seringkali berusaha untuk menutupi kehinaan-kehinaan itu dengan sempurna. Dan tatkala tiba saatnya nanti, kita tak akan pernah bisa menutupi kehinaan itu karena mulut kita sudah terkunci, tangan dan kaki kita pun hanya menjadi saksi atas beragam dosa yang pernah kita lakukan. Maka sebelum semua itu terlambat, masih ada waktu untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Mari kita renungi, untuk apa kita hidup di dunia ini.
Seringkali kita berjuang mati-matian untuk mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta, kita tak pernah tersadar bahwasannya harta itu tidak dibawa mati. Ironi, sesuatu yang benar-benar kita persiapkan untuk hari tua, namun siapakah yang menjamin apakah umur kita bisa sampai di
Sudah tidak perlu diragukan lagi bagaimana kualitas novel-novel hasil karya dari
Habiburahman El-Shirazy atau yang akrab disebut dengan Kang Abik. Novel-novel beliau yang dilempar ke pasaran selalu saja meledak dan diburu oleh para penggemarnya. Novel-novel penggugah jiwa-nya sangat diminati oleh masyarakat Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Gaya tulisannya renyah, enak dibaca dan tak jarang berhasil mengaduk-ngaduk perasaan pembacanya. Kini, setelah sukses dengan novel sebelumnya yaitu
Bidadari Bermata Bening, kini penulis yang sering disebut sebagai Novelis Nomor 1 Indonesia ini kembali menulis novel yang bertajuk
Merindu Baginda Nabi
Di zaman dimana teknologi sudah semakin canggih, maka tantangan untuk hidup sesuai dengan tuntunan Islam, Al-Qur'an dan Al-Hadits tentu tidaklah mudah. Bahkan di akhir zaman, orang yang hidup dengan berpegang teguh terhadap Islam itu seperti orang yang asing. Kenapa asing, karena kebanyakan orang-orang yang mengaku ber-Islam, namun dalam kehidupannya sudah tak sesuai lagi dengan tuntunan baginda Rasulullah SAW. Islam dahulu datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing di akhir zaman. Maka beruntunglah orang-orang yang merasa asing tersebut.
Jika anda cukup jeli melihat bagaimana postingan-postingan baik itu di twitter ataupun di akun instagram ustadz Salim A Fillah, maka kita akan sering mendapati beliau menuliskan hastag #mncrgknskl. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya apa arti hastag tersebut? mengapa ustadz Salim seringkali membahasnya dan akhirnya seringkali menjadi viral karena banyak yang kemudian membahas dan mendiskusikannya. Hastag #mncrgknskl semakin terkenal tatkala beliau dan ustadz-ustadz lain dari Proumedia membuat kaos bertuliskan hastag tersebut. Buku ini akan membedahnya.
Salah satu nikmat yang begitu besar dan sangat berharga bagi kita adalah nikmat kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, maka kita bisa melaksanakan ibadah dan kegiatan sehari-hari dengan lancar. Jika kita sedang sakit, maka tentunya kita tidak bisa melakukan ibadah dengan sempurna, meskipun Islam sendiri sudah mengatur tentang hal tersebut. Namun, kita tetap akan berusaha agar tubuh kita dalam kondisi sehat dan fit untuk melakukan serangkaian kegiatan sehari-hari.
Pernah dengar peribahasa yang bunyinya begini : "
Seganas-ganasnya dan selapar-laparnya seekor macan atau harimau, tidak akan pernah makan anaknya sendiri. Itu artinya bahwa setiap orang tua pasti mencintai dan menyayangi anak-anaknya dengan setulus hati. Namun, seringkali karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan dalam mendidik anak (parenting), orang tua keliru dalam mengungkapkan bahasa cintanya kepada anak-anaknya. Metode yang digunakan dalam mendidik anak terkesan seadanya dan seringkali berdasarkan pada perasaan atau
mood yang sedang dirasakan. Maka tidak heran jika dengan metode seperti itu, banyak anak-anak yang tumbuh menjadi pribadi yang seadanya juga. Karakter-karakter seperti pembohong, pemberontak,
pemarah, dan lain sebagainya seringkali yang didapatkan atau dicontoh dari perilaku orang tuanya
Ketika mendapati diri kita sedang tersendat karirnya, atau diuji dengan sedikitnya harta, terbatas keilmuannya, masih seringkali terjebak di dalam kubangan dosa dan maksiat, atau mungkin seringkali merasa tertahan rezekinya, bisa jadi semua itu dikarenakan kita belum menikah. Lho, kok bisa? Ya, jawabannya karena dengan menikah, kita akan mendapatkan hal-hal yang menjadi kebalikan dari yang sudah disebutkan diatas. Dengan menikah, kita akan lebih menjaga diri dari hal-hal maksiat (karena kebutuhan biologis sudah halal tersalurkan). Dengan menikah, kita akan menggenapkan separuh agama. Dengan menikah, kita akan bertambah rezekinya. Dengan menikah kita akan bertambah keilmuannya. Dengan menikah, akan bertambah keimanan kita.
Novel Ranah 3 Warna adalah novel kedua dari Trilogi Negeri 5 Menara. Novel ini menceritakan kisah lanjutan perjuangan tokoh utama si Alif yang baru saja lulus dari pondok madani. Selepas lulus, Alif ingin menggapai impiannya untuk bisa kuliah bidang teknologi di Bandung dan kemudian meneruskan rantauannya ke Amerika. Sebuah impian yang sangat tinggi untuk seorang anak yang dibesarkan di sebuah kampung di Maninjau, Sumatera Barat.
Ini tentang hikayat pembelaan
Motivasi Membaca
"Aku telah menjalani masa 40 tahun tidak pernah tidur siang, tidak banyak tidur pada malam hari, dan tidak pula bersandar, melainkan selalu bersama dengan buku yang kuletakkan di atas dadaku".
-Al Hasan Al lu'lui- , dalam kitab Laa Tahzan karya Dr Aidh ibn Abdullah Al Qarni
Kolom Nasehat
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya rahim itu berasal dari Arrahman lalu Allah berfirman, “Siapa menyambungmu Aku menyambungnya dan barangsiapa memutusmu aku memutusnya.” (HR. Bukhari)
Hubungi Kami :
Page Facebook : Sahabat Buku Hanan
Twitter :
@bukuhanan
Instagram : @bukuhanan
Motto kami : "Pupuk iman adalah ilmu, sedangkan gudang ilmu adalah buku"
Belanja buku mudah dan murah di toko online kami ^_^.